Dari Kuper hingga Blogger

•7 Januari 2010 • Tinggalkan sebuah Komentar

Awal mulanya aku ini adalah seorang yang pemalu, kuper ( kurang pergaulan) dan gak pede dengan kemampuan yang kumiliki. Keseharianku lebih banyak dirumah dan tidak pernah kemana-mana.Kalaupun pergi hanya ke rumah teman yang dekat rumah saja. Dan perkembangan dari SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi aku belum memiliki kepercayaan diri. Dari SMP aku coba ikuti kegiatan kepramukaan dan SMA aku mengikuti kegiatan Karya Ilmiah Remaja, namun belum menghasilkan karya satupun. Prestasipun pas-pasan walaupun nilai cukup lumayan, namun secara prestasi di kelas aku termasuk paling terakhir. Hal inilah yang membuatku minder. Semua teman-temanku pandai-pandai dan banyak dikerumuni cewek-cewek. Aku ya jadi penonton saja.
Seiring berkembangnya waktu, akupun diterima bekerja sebagai PNS di sebuah sekolah kejuruan sebagai staf tata usaha. Dari sini awal perkembangan kejiwaanku dimulai, yaitu dengan melaksanakan tugas sebagai kasir yang berhadapan secara langsung kepada murid-murid melalui loket pembayaran. Dan tugas mengabsen keliling ke kelas-kelas. Wah betapa malunya pada saat awal pertama kali mengerjakan pekerjaan itu.Namun lama-lama terbiasa juga, berbekal dengan ilmu komputer yang kumiliki aku berusaha belajar dan belajar mendalami komputer, sehingga pekerjaanku dapat bermanfaat dan terlihat hasilnya.Dan saling berbagi ilmu dengan teman-teman membuatku semakin punya rasa percaya diri.
Mulai disosialisasikan penggunaan internet di sekolah pada tahun 1999, mendorong aku belajar untuk bisa internet, akupun belajar secara otodidak dengan pergi ke warnet yang waktu itu sewa warnet masih mahal sekali dari Rp.6000 sampai Rp.30000. Walaupun pertama yang dicari adalah situs-situs yang tidak bermanfaat, karena penasaran ingin mengetahui nya maka hampir setiap minggu aku membuka situs-situs terlarang. Namun lama-lama aku menyadari kalau begini terus aku tidak akan dapat ilmu dan akhirnya akupun mulai belajar bagaimana cara membuat website pada tahun 2000. Pada tahun 2001 aku mulai mengenal yang namanya MIRC sebuah fasilitas chating, percakapan melalui tulisan dan tahun 2002 aku baru menggunakan Yahoo Messenger. Hampir setiap malam aku chating, hingga mungkin bisa sempat jadi raja chating, kenalan teman-teman dari berbagai pelosok negeri mencapai 200 an lebih, dari sinilah awalnya hati ini mulai terbuka sedikit demi sedikit, dan keberanianpun mulai timbul, sehingga rasa kepercayaan diripun mulai tumbuh. Secara manfaat yang aku peroleh dari chating aku dapat mendapat teman, memperlancar tangan di dalam mengetik. Yang negative uan g banyak habis, untuk hal-hal yang tidak perlu, dari sewa warnet hingga menelpon kenalan.
Hingga akhirnya petualangan chatingku pun berakhir juga setelah aku menikah pada tahun 2007, Lalu pemanfaatan dunia teknologi dan informasi lebih banyak kugunakan untuk mencari berbagai macam buku dan artikel-artikel yang bermanfaat bagi kehidupan rumah tanggaku. Dan pada tahun 2009, awal aku membuat facebook dengan tujuan untuk mempererat tali silaturahmi dengan teman-teman lama dan untuk sarana ajang diskusi sesuai bidang ilmu yang ingin kita cari. Dan tujuan utama penggunaan Facebook untuk melatih kemampuan dalam bidang tulis menulis. Alhamdulillah walaupun belum begitu bagus, aku sudah memiliki blog sebagai tempat menampung tulisan-tulisanku.Dan aku sangat bersyukur my wife sangat mendukung kegiatan tulis menulis ini, dengan tersedianya sarana laptop , hp dan internet sehingga aku tidak harus keluar ke warnet untuk cari bahan tulisan, cukup pakai HP dan Laptop dengan sinyal WIFI maupun dengan modem prabayar. Dunia serasa ceria tidak merasa ketinggalan jaman.Namun cita-citaku yang belum terwujud adalah keinginanku untuk memiliki sebuah buku hasil karya sendiri. Untuk itu belajar…belajar dan belajar.

Jimbaran, 27 Desember 2009

Pentingnya E-Learning Bagi Dunia Pendidikan

•29 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Seiring dengan perkembangan ilmu dan teknologi yang semakin hari semakin bertambah pesat dan masuknya internet ke sekolah-sekolah membawa angin segar bagi dunia pendidikan. Dahulu internet dianggap oleh sebagian orang begitu tabu, karena di internet banyak menyajikan situs-situs porno dan lain-lainnya yang negatif. Namun berkat kerja keras dari Pemerintah khususnya Departemen Pendidikan Nasional melalui Direktorat Pembinaan SMK yang sejak Tahun 1999 selalu aktif dan gencar mensosialisasikan manfaat positif penggunaan internet di sekolah melalui pengembangan program teknologi informasi bagi sekolah SMK baik itu melalui pendidikan dan pelatihan, workshop bagi guru-guru dan penyediaan infrastruktur seperti jaringan pendidikan nasional atau yang lebih dikenal dengan Jardiknas.

Dengan adanya Jardiknas melalui program ICT Center, maka dapat mempermudah para warga sekolah untuk dapat mengakses secara gratis. Para siswa dan guru dapat memperoleh informasi yang berkaitan dengan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajarpun tidak harus melalui tatap muka di kelas seperti misalnya Program D3 TKJ ( Teknik Komputer dan Jaringan ) kerjasama pihak Jardiknas dengan Perguruan Tinggi terkait merupakan salah satu bentuk pembelajaran/perkuliahan jarak jauh, dimana para mahasiswa selain belajar di kampus, mahasiswa lebih banyak belajar lewat fasilitas jardiknas yang ada di ICT Center. Proses pembelajaran yang dilaksanakan Program D3 TKJ merupakan salah satu contoh bentuk E-Learning.Apakah itu E-Learning ? E-Learning merupakan sistem pembelajaran elektronik, dimana peserta didik atau murid tidak perlu duduk di dalam kelas untuk menyimak setiap materi pembelajaran yang disampaikan guru secara langsung, tetapi dapat disimak setiap saat pada tempat dimana saja yang terhubung dengan fasilitas internet. Sebagaimana yang disebutkan di atas, e-learning telah mempersingkat waktu pembelajaran dan membuat biaya studi lebih ekonomis. E-learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan bahan/materi, peserta didik dengan dosen/guru/instruktur maupun sesama peserta didik. Peserta didik dapat saling berbagi informasi dan dapat mengakses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang, dengan kondisi yang demikian itu peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran. Dalam e-learning, faktor kehadiran guru atau pengajar otomatis menjadi berkurang atau bahkan tidak ada. Hal ini disebabkan karena yang mengambil peran guru adalah komputer dan panduan-panduan elektronik yang dirancang oleh “contents writer”, designer e-learning dan pemrogram komputer.Dengan adanya e-learning para guru/dosen/instruktur akan lebih mudah :

1. melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan tuntutan perkembangan keilmuan yang mutakhir

2. mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna meningkatkan wawasannya

3. mengontrol kegiatan belajar peserta didik.

Untuk itu para guru dapat membuat pola pembelajaran melalui konsep E-Learning sebagai tambahan materi di luar konsep pembelajaran yang konvensional melalui tatap muka di kelas. Lalu bagaimanakah cara membuat situs E-Learning ? E-Learning dapat dibuat dengan berbagai macam program seperti Microsoft Power Point atau program lainnya. Dan dapat pula dibuat dengan menggunakan Web Blog seperti blogger.com, multiply.com atau wordpress.com dan lain-lainnya.Dengan memiliki Web Blog para guru dapat menyajikan program materi pengajaran melalui Web Blog, selain memiliki Web Blog secara pribadi, guru dapat memberikan tugas kepada siswa melalui Web Blognya sehingga siswa dapat mendownload materi ataupun tugas yang diberikan oleh gurunya dan dapat dikerjakan oleh siswa yang hasilnya dikirimkan melalui e-mail gurunya masing-masing atau dicetak dan dikumpulkan di kelas.Dengan menggunakan layanan yang ada di internet maka telah dilaksanakan konsep E-Learning pada dunia pendidikan. Untuk itu sudah saatnya para guru atau praktisi dunia pendidikan untuk dapat memiliki Web Blog dan E-Mail sebagai sarana komunikasi antara guru dengan peserta didik. Semoga dengan melalui E-Learning, mutu pendidikan di sekolah dapat ditingkatkan sehingga pendidikan dapat merata dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.

Internet sebagai suatu kebutuhan global

•29 November 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Penulis : Fibri Aryanto,A.Md

Penggunaan teknologi informasi di Indonesia dewasa ini telah menunjukkan perkembangan yang begitu pesatnya . Dan seiring dengan dimasukkan Internet ke dalam Kurikulum Berbasis Kompetensi Edisi 2004 pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi ( TIK) pada jenjang pendidikan SMA dan pada mata diklat Ketrampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI).

Dengan masuknya Internet sebagai salah satu pengetahuan di bidang informasi telah memberikan banyak keuntungan-keuntungan bagi semua pihak yang menggunakan internet sebagai sarana informasi baik berupa promosi dalam bentuk website atau iklan-iklan dalam bentuk banner-banner serta penggunaan internet sebagai sarana komunikasi tercepat yaitu dengan E-Mail dan Chatting. Apabila kita ingin menggali berbagai macam ilmu yang ada di internet maka hal –hal yang harus diperhatikan adalah :

1. Minimal kita mengerti sedikit pengetahuan tentang computer terutama program windows seperti penggunaan copy, paste untuk menyalin informasi yang kita perlukan.

2. Minimal kita mengenal cara browsing di internet dan menggunakan e-mail.

Oleh karena itu kita harus mempersiapkan hal-hal yang harus diperlukan di dalam menggunakan internet. Sedikit tidaknya tersedia computer yang terkoneksi ke internet melalui modem. Kemudian kita harus mengetahui tujuan kita di dalam menggunakan internet, apakah untuk sekedar mencari informasi, kirim surat atau berkomunikasi melalui chating. Setelah tahu tujuan kita, maka kita dapat membatasi penggunaan internet sehingga biaya yang dikeluarkan tidak terlampau banyak. Walaupun kita tidak memiliki computer yang terkoneksi ke internet, maka kita dapat mula menggunakan jasa layanan via warnet ( warung internet ).

Untuk itu marilah kita mencoba dan mencoba untuk browsing di internet. Browsing adalah berselancar di internet untuk mencari informasi –informasi melalui sebuah alamat website seperti http://www.yahoo.com dan lain-lainya. Kita perlu mencari dan mencari suatu informasi yang tersimpan pada website-website yang tersebar pada semua jaringan internet. Tapi kita harus dapat menilai manakah informasi yang baik dan mana yang buruk. Sehingga dengan berbekal mental yang positif untuk maju, internet lebih banyak membantu dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita dapat berkomunikasi melalui e-mail atau chating dan dengan demikian semakin banyak ilmu pengetahuan yang kita dapatkan semakin banyak pula teman yang kita dapat. Sebelum kenal internet kita merasa gaptek atau gagap teknologi, setelah kita berselancar mengarungi dunia teknologi informasi maka kita akan lebih terbuka dan melek terhadap perkembangan teknologi yang semakin hari semakin maju .

Marilah kita bersama-sama menggali informasi-informasi yang ada di dunia maya atau internet sebagai tambahan ilmu pengetahuan kita. Dan janganlah kita memandang sebelah mata bahwa internet hanya semata-mata mengenai informasi pornografi saja, tetapi lihat secara luas disamping ada dampak negative dari penggunaan internet, masih banyak pula manfaat yang kita dapatkan dari berselancar di dunia maya ini. (fry)

Sumber : Majalah ORBIT Edisi 2 Tahun 2006

Tips Menulis di Blog

•17 Januari 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Oleh fatihsyuhud.com

Ada satu hal yang baru saya sadari belakangan ini seputar kesuksesan menulis di blog yaitu setiap kali saya berniat, “iseng-iseng nulis artikel satu paragraf aja, ah,” ternyata malah dengan sangat lancar tulisan mengalir dan jadinya lebih dari satu paragraf. Sebaliknya, seringkali saat saya berniat membuat tulisan panjang, malah jalannya ide dan rangkaian kata suka terseok-seok dan tak jarang gagal sampai ke tujuan akhir yang akhirnya malah teronggok di daftar tulisan draft.

Jadi, bagi Anda yang merasa kesulitan menulis di blog, bisa juga dicoba resep saya ini: niatkan menulis satu paragraf saja. Kalau ternyata jadinya satu paragraf betulan, ya tidak apa-apa. Diposting aja. Dan hindari berniat membuat tulisan panjang supaya otak dan urat syaraf Anda tidak terlalu terbebani.

Salah satu kegagalan menulis adalah kita terlalu terbebani oleh ekspektasi kita sendiri yang ingin menulis sempurna yang akhirnya bukan hanya tidak sempurna tapi malah tidak menulis sama sekali.

Semoga membantu.

Artikel Terkait:

Tip Menulis di Media Massa Cetak atau Online

Tips Menulis di Blog

sumber : afatih.wordpress.com

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.